Slider

Recent Tube

Bisnis

Sosial

Tren

Teknologi

Olahraga

Galeri

Mengenal Istana Silindung Bulan

Istana Silindung Bulan
BERITA TARUTUNG -- Nama Silinduang Bulan adalah nama yang diberikan kepada Istana Raja Pagaruyung (sekarang di Sumatera Barat) setelah dipindahkan dari Ulak Tanjuang Bungo ke Balai Janggo pada tahun 1550 oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Gamuyang Sultan Bakilap Alam (Sultan Alif Kalifatullah Johan Berdaulat Fil’Alam I), Raja Alam sekaligus pemegang jabatan Raja Adat dan Raja Ibadat Pagaruyung. Tahun ini sebagai penanda awal diberlakukannya secara resmi hukum syariat Islam di seluruh kerajaan Pagaruyung menggantikan hukum-hukum yang bersumber dari agama Buddha Tantrayana.

Kemudian Istano Silinduang Bulan dibangun kembali pada tahun 1750, karena bangunan lama telah tua dan mulai runtuh. Pada tahun 1821, istana ini terbakar dalam kecamuk Perang Paderi. Pada tahun 1869, Istano Silinduang Bulan dibangun lagi oleh Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu, kemenakan dari Sultan Tangkal Syariful Alam Bagagar Syah Yang Dipertuan Hitam, serta putri dari Yang Dipertuan Gadih Reno Sori dengan Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang (pemegang jabatan Raja Adat, Raja Ibadat, dan Raja Alam). Pada tanggal 3 Agustus 1961 Istano Silinduang Bulan terbakar lagi.

Istana yang ada sekarang didirikan kembali di tapak Istana yang terbakar pada tahun 1961. Pembangunannya dimulai pada tahun 1987 dan diresmikan pada tahun 1989. Diprakarsai oleh Sutan Usman Yang Dipertuan Tuanku Tuo Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung, Tan Sri Raja Khalid bin Raja Harun, Raja Syahmenan bin Raja Harun, Aminuzal Amin Datuk Raja Batuah, Basa Ampek Balai, ninik mamak nagari Pagaruyung, anak cucu keturunan dari Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dalam kaitannya sebagai sapiah balahan, kuduang karatan. Kemudian didorong sepenuhnya oleh Azwar Anas, Gubenur Sumatera Barat. Namun pada tanggal 21 Maret 2010, istana ini kembali terbakar. (sumber)

Masuk Bursa Capres dari PAN, Amien Rais Sebut Siap Dicalonkan

BERITA TARUTUNG -- Partai Amanat Nasional (PAN) menjaring 4 nama untuk maju sebagai calon presiden 2019. Salah satu namanya adalah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

"Malamnya Pak Amien berpidato di rumah Pak Zulkifli. Di situ disebutkan PAN mengajukan 4 nama. Ada Pak Zulkifli, Pak Soetrisno Bachir, Pak Hatta Rajasa, dan Pak Amien sendiri," tutur Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Saleh menerangkan alasan Amien siap maju sebagai capres. Salah satunya berkaca kepada terpilihnya Mahathir Mohamad yang terpilih sebagai PM Malaysia di usia 92 tahun.

"Karena begitu Mahathir jadi PM Malaysia, Pak Amien jadi merasa remaja karena 20 tahun lebih muda," ujar Saleh.

Meski begitu, nama capres dari PAN akan diputuskan saat rakernas. Rakernas akan digelar pertengahan tahun ini.

Sebelumnya, Amien sudah berbicara soal kesiapan dia menjadi capres saat menghadiri buka puasa bersama di rumah dinas Ketum PAN Zulkifli Hasan. Amien merasa siap jadi capres meski sudah berusia 74 tahun.

"Nah Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi sekarang. Biarlah nanti rakyat yang buat penilaian," kata Amien kepada wartawan di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan di Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6). (sumber)

Ketum #PAN @ZUL_Hasan Temui Ketum #PartaiIdaman #RhomaIrama sebelum Sidang #PTUN

BERITA TARUTUNG -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menemui Ketua Umum Rhoma Irama sebelum sidang PTUN hari ini.

Partai Idaman tidak terima dengan keputusan KPU yang tidak meloloskan partai baru tersebut dalam Pemilihan Umum 2019.

Kunjungan ini disebut untuk memberikan dukungan moral kepada Rhoma Irama dalam menghadapi persidangan. Sebelumnya, PAN mengatakan siap mengakomodasi kader Partai Idaman jika tetap tidak lolos ke Pemilu.

Zulkifli Hasan merupakan salah satu calon yang digadang-gadang mempunyai potensi untuk maju sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden di #Pilpres2019.

Namun potensi yang dibidik adalah sebagai cawapres Presiden Jokowi atau Prabowo.




Horas


Kota Tarutung adalah kota kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kota Tarutung merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi memiliki kepadatan tertinggi di Kabupaen Tapanuli Utara.

Tarutung merupakan bagian dari wilayah Silindung. Dominasi komunitas muslim marga Hutagalung dalam bidang ekonomi di Tanah Batak terjadi antara 1513-1818 M. Mesjid pertama di Silindung didirikan oleh marga Hutagalung pada abad 14. Komunitas muslim ini dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan dan Pahae. Pada abad ke-16 ini marga Hutagalung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung.

Marga Hutagalung ini juga yang diyakini pertama sekali membangun pelabuhan maritim di Sibolga yang menjadi cikal bakal kota Sibolga sekarang. Secara umum kalangan Siopat Pusoran, menguasai daerah Silindung sampai pesisir Sumatare Utara. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu merupakan tokoh pimpinan kesultanan Barus Raya (Hilir) dari rumpun marga ini.