Slider

Recent Tube

Bisnis

Sosial

Tren

Teknologi

Olahraga

Galeri

Mengenal #PesantrenAlKautsarAl Akbar, #LaeToras #HumbangHasundutan

BERITA TARUTUNG -- Pesantren AL Kautsar Al Akbar, Lae Toras Humbang Hasundutan menerima pendaftaran santri dan santriyah baru di tahun ajaran 2018-2019. (lihat image di atas)

Pesantren yang terletak di bagian barat Sumatera Utara ini diasuh oleh Buya Syeikh Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU. (lihat infonya di sini)

Pesantren ini didirikan tahun 90 an oleh Buya bersama dengan adiknya almarhum Mahmun Syarif Marbun (baca) bersama dengan masyarakat dan sejumlah donatur. (baca selanjutnya)

Mengenal Yayasan Pendidikan Al-Falah Tarutung, Tapanuli Utara

Kabupaten Tapanuli Utara adalah satu di antara kabupaten yang berpenduduk minoritas muslim di provinsi Sumatera Utara. Walaupun demikian adanya bukan bermakna semangat syiar dan ketegakan aqidah Islam dalam kepribadian seorang muslim yang bermukim di daerah ini lemah, tetapi justru minimnya penduduk yang beragama Islam menjadi alasan yang tepat untuk membakar semangat dakwah dan syiar agama Islam demi tegaknya kelimat Allah di bumi Tapanuli Utara.

Semangat ini tampak ini dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islami yang dilaksanakan setiap tahunnya, baik berbentuk peringatan hari Islami maupun kegiatan lainnya. Di sisi lain semangat dakwah dan mempertahankan aqidah juga tampak jelas dengan tingginya minat para orang tua untuk memberikan pendidikan agama kepada generasi penerus baik melalui pendidikan formal, informal maupun nonformal.

Kebutuhan terhadap pendidikan agama di Tapanuli Utara  sebagai langkah persiapan generasi muda yang Islami di masa yang akan datang adalah suatu hal yang urgen. Hal ini demi terjaganya aqidah dan akhlak para generasi muda Tapanuli Utara di zaman globalisasi di samping minimnya penduduk muslim di Tapanuli Utara.

Sumber


Melihat kondisi tersebut Yayasan Pendidikan Al-Falah Tarutung sejak tahun 1991 telah memfasilitasi berbagai jenis jenjang pendidikan agama bagi para generasi penerus kaum muslimin di Tarutung khususnya, dan di Tapanuli Utara pada umumnya. Di antaranya Raudhatul Athfaal (RA), Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Falah. Pada tahun 1997 dengan berbagai pertimbangan Madrasah Aliyah Swasta terpaksa harus ditutup dan bergabung dengan Madrasah Aliyah Negeri Peanornor.

Dengan niat yang tulus dan dukungan penuh dari kaum muslimin Tarutung dan sekitarnya pada tahun 2005 Yayasan Pendidikan Al-Falah  mulai merintis Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Falah berdasarkan ijin operasional nomor Kd.02.08/3/PP.03.02/722/2005 dengan jumlah siswa pertama 25 siswa.

Mendengar berbagai argumen yang di sampaikan kaum muslimin, maka Yayasan Pendidikan Al-Falah kembali berusaha memfasilitasi gagasan yang brilian ini dengan mengadakan rapat tokoh-tokoh masyarakat muslim di Tarutung. Rapat ini dilaksanakan Pada Hari Minggu Tanggal 20 Maret 2011. Kemudian pada Hari Minggu 27 Maret 2011 dilanjutkan dengan rapat yang lebih besar yang dihadiri Kepala Seksi Mapenda Kementerian Agama Tapanuli Utara Bapak Sulpan Batu Bara, S.Ag, dan tokoh ormas/OKP, tokoh masyarakat serta para orang tua siswa MIS Al-Falah khususnya kelas VI. Dari Kedua rapat tersebut menghasilkan kesepakatan dan persetujuan untuk mendirikan MTs Swasta al-Falah untuk sejak tahun pelajaran 2011-2012. (Baca selengkapnya di sini)

Berdirinya Rumah Tahfiz di Garoga

Rumah Tahfidz, sebuah konsep pesantren mini tanpa asrama, tanpa masjid, tanpa sekolah Tanpa asrama karena asrama yang di pakai adalah rumah, syukur-syukur rumah tersebut berdekatan dengan masjid. Tanpa madrasah atau sekolah? karena sekolah atau madrasah bisa bekerjasama dengan lingkungan sekitar, dan tidak perlu pula untuk membangun masjid karena yang di pakai adalah masjid sekitar.

Mengenal Masjid Raya Raja Oppu Bindu Hutagalung

Masjid Raya Al Jihad Raja Oppu Bindu Hutagalung, namanya. Berada di Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara. Di Tanah Batak ini, masjid yang termasuk salah satu masjid tertua di Sumatera Utara ini masih kokoh berdiri di kawasan yang disebut Kampung Melayu.

Dahulu, orang Batak menyebut siapa saja yang masuk Islam dengan sebutan Melayu. Menurut penuturan pengurus masjid, Effendi Siregar. Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1820, atau lebih dulu dari kehadiran penginjil berkebangsaan Jerman, Nomensen yang tiba di Tarutung tahun 1864.

Sumber

Masalah Utama Dalam Budidaya Lada

Kebun-kebun lada, yang ada di Desa Batu Belarik dan Bukit Kemenyan 98% merupakan perkebunan rakyat, pada umumnya mendapat pemeliharaan sangat terbatas, terutama pemupukan dan penggunaan pestisida. Kondisi tanaman pada umumnya lemah, mudah terserang berbagai hama dan penyakit, dan produksinya rata-rata hanya 1138,6 kg/ha atau 569,3 g/pohon.

Hal ini merupakan petunjuk bahwa usaha tani lada dengan tegakan kayu kurang sesuai untuk diterapkan secara ekstensif. Namun, sampai kini petani belum mempunyai pilihan untuk mengganti tegakan kayu dengan tegakan lain yang lebih murah, mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Introduksi pohon-pohon penegak sebagai tegakan lada belum dapat diterima karena dianggap mempunyai efek negatif terhadap tanaman lada.

More

Pengembangan Budidaya Lada Hitam dan Ladah Putih

Budidaya lada di Bengkulu dan khususnya diterapkan secara ekstensif dengan menggunakan tegakan kayu, dan sebagian besar ada juga yang mengunakan tegakan dadap (Erythrina spp.), gamal (Gliricidiae maculata) dan kapok (Ceiba petandra).

Budidaya lada dengan tegakan kayu dewasa ini banyak mengalami kendala, selain karena dapat merusak lingkungan akibat penebangan pohon-pohon, juga karena terbatasnya tegakan yang baik, harga tegakan yang mahal, serta modal yang besar untuk mendirikan dan memelihara kebun lada.

More

Budidaya Lada

Tanaman lada termasuk tanaman rempah yang banyak dikembangkan di Indonesia. PT. Natural Nusantara berupaya membantu meningkatkan produksi tersebut secara kuantitas, kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan(Aspek K-3).

Horas


Kota Tarutung adalah kota kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kota Tarutung merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi memiliki kepadatan tertinggi di Kabupaen Tapanuli Utara.

Tarutung merupakan bagian dari wilayah Silindung. Dominasi komunitas muslim marga Hutagalung dalam bidang ekonomi di Tanah Batak terjadi antara 1513-1818 M. Mesjid pertama di Silindung didirikan oleh marga Hutagalung pada abad 14. Komunitas muslim ini dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan dan Pahae. Pada abad ke-16 ini marga Hutagalung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung.

Marga Hutagalung ini juga yang diyakini pertama sekali membangun pelabuhan maritim di Sibolga yang menjadi cikal bakal kota Sibolga sekarang. Secara umum kalangan Siopat Pusoran, menguasai daerah Silindung sampai pesisir Sumatare Utara. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu merupakan tokoh pimpinan kesultanan Barus Raya (Hilir) dari rumpun marga ini.